Ibu Nanny Hadi Tjahjanto Dikukuhkan sebagai Ibu Kehormatan Taruna Akademi TNI

(Puspen TNI).  Ny. Nanny Hadi Tjahjanto selaku Ketum Dharma Pertiwi dan Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI (IKKT) Pragati Wira Anggini dikukuhkan sebagai Ibu Kehormatan Taruna Akademi TNI ditandai dengan Pengalungan Medali oleh Taruna Akmil. Selanjutnya, Ibu Kehormatan Taruna Akademi TNI menyerahkan Stik Penatarama kepada Penatarama I Taruna Akmil, yang digelar dalam acara tradisi pengukuhan di Lapangan Upacara Pancasila Akmil, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (16/1/2018).
 
Ibu Kehormatan Taruna Akademi TNI merupakan gelar yang diberikan Taruna Akademi TNI kepada Ny. Nanny Hadi Tjahjanto selaku istri Panglima TNI, sebagai bentuk pengakuan dan penghormatan. Pengukuhan ini berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/24/I/2018 tanggal 15 Januari 2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Ibu Kehormatan Taruna Akademi TNI.
 
Acara tradisi pengukuhan dengan melibatkan 548 Taruna Resimen Candra dan Taruna Akmil tingkat 2 s.d. 4, dihadiri oleh Danjen Akademi TN, Aspers Panglima TNI dan Angkatan, Gubernur Akmil, AAL dan AAU, Ibu Taruna (Istri Kepala Staf Angkatan), Ibu Asuh Taruna (Istri Gubernur Akmil, AAL, AAU) serta perwakilan Taruna AAU dan AAL masing-masing lima orang.
 
Usai acara pengukuhan dilanjutkan Pencanangan Imunisasi Difteri oleh Ketum Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto berupa penyerahan Vaksin Difteri kepada Kepala Kesehatan Akmil.  Dalam kesempatan yang sama, juga dilaksanakan penyuntikan Imunisasi oleh dokter Kesehatan Akmil dibantu dokter yang sedang berstatus Siswa Sepa PK kepada 1.090 personel Siswa Mencandra, Akmil tingkat 2 s.d. 4 dan Siswa Sepa Prajurit Karier.
 
Dalam kesempatan tersebut, Ny. Nanny Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa Ibu Kehormatan Taruna Akademi TNI merupakan suatu kehormatan sebagai istri Panglima TNI.  “Gelar Ibu Kehormatan Taruna adalah jabatan atau gelar yang diberikan oleh Korps Taruna Akademi TNI kepada istri Panglima TNI sebagai bentuk pengakuan dan penghormatan,” ucapnya.
 
Menurut Ny. Nanny Hadi Tjahjanto, pengukuhan sebagai Ibu Kehormatan Taruna  Akademi TNI memberikan makna yang sangat dalam dan memiliki pesan moral untuk dapat mengantarkan para Taruna Akademi TNI berhasil melewati fase-fase pendidikan yang sedang dijalankan dengan memperoleh prestasi yang lebih baik. “Kepercayaan yang telah diberikan adalah merupakan suatu kebanggaan sekaligus kehormatan yang tidak ternilai, baik secara pribadi dan keluarga,” katanya.
 
Ny. Nanny Hadi Tjahjanto selaku Ibu Kehormatan Taruna Akademi TNI menyampaikan rasa bangga atas tekad para Taruna sekalian untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui TNI.  Menurutnya, para Taruna harus dapat menyesuaikan diri dalam kehidupan prajurit yang tertata secara ketat serta harus tunduk pada norma dan aturan yang berlaku di lingkungan TNI. “Kalian adalah kader pimpinan masa depan yang memiliki tanggung jawab penuh terhadap organisasi, moral sosial kemanusiaan dan hukum yang harus dipertanggungjawabkan kepada institusi TNI, masyarakat, bangsa dan negara, yang paling utama adalah kepada Tuhan Yang Maha Esa,” jelasnya.
 
“Seberat apapun beban kalian dalam mengikuti pendidikan, jangan pernah menyerah dan menjadi beban, tetapi setiap tugas dan latihan yang kalian jalani, hendaknya dapat dijadikan sebagai sebuah tantangan dalam rangka membangkitkan semangat serta motivasi untuk dapat meraih prestasi,” ujar Ny. Nanny Hadi Tjahjanto.
 
Lebih lanjut Ny. Nanny Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa untuk memperoleh itu semua, para Taruna perlu mengintegrasikan sikap yang tanggap, tanggon dan trengginas secara serasi dan seimbang.  “Ketiga aspek tersebut di atas hendaknya dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik saat di ksatrian maupun di luar ksatrian,” tegasnya.
 
“Kepada para anak-anakku Taruna TNI, tingkatkanlah semangat juang dan semangat belajar dan berlatih agar menjadi yang terbaik. TNI sebagai medan pengabdianmu yang sebenarnya sudah menunggu ketangkasan militermu untuk menjaga dan mempertahankan kedaulatan NKRI,” tutup Ny. Nanny Hadi Tjahjanto mengakhiri sambutannya. (Viqi/Puspen TNI)
This entry was posted on January 18, 2018, in Berita.

Tradisi Pecah Kendi Simbol Kelahiran KRI I Gusti Ngurah Rai 332

Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi dan IKKT Pragati Wira Anggini Ibu Nanny Hadi Tjahjanto didampingi  Ketua Bhayangkari Ibu Tri Suswati Karnavian, Ketum Persit Kartika Candra Kirana Ibu Rosita Mulyono dan Ketum Jalasenastri Ibu Endah Esti Ade Supandi, melaksanakan Tradisi Pecah Kendi di Lambung KRI I Gusti Ngurah Rai 332 sebagai simbol kelahiran kapal, bertempat di Dermaga Timur Benoa Bali, Rabu (10/1/2018).

 

Selanjutnya, Komandan KRI I Gusti Ngurah Rai 332 Kolonel Laut (P) Endra Hartono, S.H. menyerahkan pecahan kendi tersebut kepada Ibu Nanny Hadi Tjahjanto sebagai Ibu Kandung Kapal Perang Republik Indonesia (KRI).

Dalam kesempatan tersebut, Ketum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa Tradisi Pecah Kendi merupakan simbol Pemberian Restu dari Ibu Kandung KRI kepada KRI I Gusti Ngurah Rai 332.

“Ini  merupakan tradisi TNI Angkatan Laut, sehingga KRI I Gusti Ngurah Rai 332 sebagai Alat Utama Sistem Senjata TNI AL dapat menunjang pelaksanakan tugas menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Ibu Nanny Hadi Tjahjanto.

Usai melaksanakan Tradisi Pecah Kendi di depan KRI I Gusti Ngurah Rai 332, Ketum Dharma Pertiwi dan IKKT Pragati Wira Anggini Ibu Nanny Hadi Tjahjanto memberikan pengarahan kepada Ibu-ibu Dharma Pertiwi Daerah ‘J’ Bali, di Gedung Domistic Terminal Pord of Benoa Pelindo, Bali.

Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) I Gusti Ngurah Rai 332 telah diresmikan oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P.  KRI I Gusti Ngurah Rai 332 merupakan kapal yang mampu membawa 120 kru dengan kecepatan 28 knots.  Kapal Perusak Kawal Rudal ini memiliki kemampuan untuk perang empat matra sekaligus, perang permukaan sesama kapal perang, perang bawah air melawan kapal selam, perang  udara dengan pesawat tempur dan perang elektronika, sekaligus memiliki kemampuan membajak sistem persenjataan dan kendali dari kapal perang musuh.

This entry was posted on January 11, 2018, in Berita.

Ibu Nanny Hadi Tjahjanto Makan Malam Bersama Taruna AAL

 Ketua Umum Dharma Pertiwi dan IKKT Pragati Wira Anggini Ibu Nanny Hadi Tjahjanto bersama Ibu Tuti Sutiawati Try Sutrisno dan segenap Pengurus Pusat Dharma Pertiwi, mengunjungi Akademi Angkatan Laut (AAL), Bumimoro, Surabaya, Jawa Timur, Kamis malam (4/1/2018) dalam rangka Makan Malam Bersama Taruna AAL.

Kedatangan Ibu Nanny Hadi Tjahjanto bersama rombongan disambut oleh Ibu Taruna AAL Ibu Endah Ade Supandi dan Ibu Asuh Taruna AAL Ibu Chichi Wuspo Lukito serta Gubernur AAL Laksda TNI Wuspo Lukito, S.E., M.M. beserta pejabat utama AAL dan Pengurus Cabang BS Jalasenastri AAL

.

Selanjutnya Ketua Umum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto beserta rombongan menuju Gedung Rd. S. Hadiwinarso untuk melaksanakan makan malam bersama Taruna Akademi Angkatan Laut.  Sebelum makan malam, rombongan disuguhi dengan Tari Gandrung Banyuwangi yang dibawakan oleh Taruni-Taruni AAL.

Usai makan malam bersama, Ibu Nanny Hadi Tjahjanto didampingi Ibu Endah Ade Supandi dan Ibu Chichi Wuspo Lukito melaksanakan pemotongan kue ulang tahun dan memberikan bingkisan kepada para Taruna AAL yang merayakan ulang tahun hari kelahirannya pada bulan ini.

Dalam kesempatan tersebut, aneka pentas kesenian dari para Taruna AAL turut memeriahkan acara, diantaranya seni Rampak Gendang, Kulintang Akademi Angkatan Laut dan penampilan Duta Samudra Band. Acara makan malam bersama diakhiri dengan pemberian cindera mata berupa miniatur Kapal Pinisi dari Taruna AAL kepada Ketua Umum Dharma Pertiwi dan IKKT Pragati Wira Anggini Ibu Nanny Hadi Tjahjanto.

This entry was posted on January 11, 2018, in Berita.

Ibu Nanny Hadi Tjahjanto Tinjau Sentra Pembenihan Padi

(Puspen TNI).  Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi dan IKKT Pragati Wira Anggini Ibu Nanny Hadi Tjahjanto bersama KetuDharma Pertiwi dari masa ke masa Ibu Tri Sutrisno dan Ibu Widodo AS, beserta segenap Unsur Dharma Pertiwi meninjau Sentra Pembenihan Padi dan Penyuluhan Petani di Driyorejo Gresik, Jawa Timur, Kamis (04/01/2018).

Dalam kegiatan tersebut, Ibu Nanny Hadi Tjahjanto beserta rombongan menerima paparan tentang kemajuan produksi pangan nasional dari Sekjen Kementan RI Bapak Heri Priyono yang menyampaikan bahwa dalam tiga tahun terakhir ini, Indonesia sudah tidak mengimpor beras dari luar negeri.  “Semoga bersama TNI semakin menciptakan ruang ekonomi bagi rakyat Indonesia,” harapnya.

 

Sementara itu, Ketum Dharma Pertiwi dan IKKT Pragati Wira Anggini Ibu Nanny Hadi Tjahjanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara agraris yang terkenal dengan pertaniannya dan sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani. Hal ini juga didukung dengan wilayah Indonesia yang sangat subur tanahnya terbentang dari Sabang sampai Merauke.  “Sektor pertanian di Indonesia ini menjadi salah satu pilar ekonomi yang sangat penting bagi Indonesia. Untuk itu, majunya pertanian sangat penting bagi kemajuan bangsa Indonesia,” tuturnya.

 

Menurut Ibu Nanny Hadi Tjahjanto, sektor pertanian mempunyai peranan yang sangat strategis meningkatkan devisa negara dari ekspor hasil pertanian, penyediaan lapangan pekerjaan, dan masih banyak lagi. “Sektor pertanian ini juga memberikan kontribusi besar dalam Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Dengan kualitas pertanian yang baik, maka kualitas masyarakat Indonesia sendiripun menjadi lebih baik,” katanya.

Lebih lanjut  Ibu Nanny Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa saat ini Indonesia masih sering menghadapi masalah pertanian, seperti adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan industri dan pemukiman yang menyebabkan penurunan produktivitas beras.  “Perubahan musim yang tidak menentu juga dapat menyebabkan produksi beras menurun sehingga pemerintah pada saat-saat tertentu harus mengimpor beras untuk memenuhi kebutuhan nasional,” ungkapnya.

 

“Saya sebagai Ketum Dharma Pertiwi dan IKKT Pragati Wira Anggini sangat mengapresiasi dengan apa yang telah ditempuh oleh Sentra Pembenihan Padi dan Penyuluhan Petani di Driyorejo Gresik, yang telah ikut berpatisipasi dalam meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan petani. Kegiatan ini hendaknya terus ditingkatkan dan disosialisasikan kepada para petani, sehingga masyarakat dapat menikmati hasilnya,” ujar Ibu Nanny Hadi Tjahjanto.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Nanny Hadi Tjahjanto menyampaikan harapan dan penghargaan yang tinggi kepada Ibu-Ibu Tani.  “Saya sangat bangga dan berterimakasih kepada Ibu-Ibu yang merupakan pahlawan-pahlawan Indonesia yang masih mau turun ke sawah, sehingga negara kita tak lagi mengimpor,” ucapnya.

Negara kita negara yang subur dan memiliki lahan sawah yang luas, disini ada Ibu-Ibu dari unsur TNI dari Darat, Laut dan Udara yang segera akan menjadi pendamping Ibu-Ibu di lapangan agar lebih maju lagi,” kata Ibu Nanny Hadi Tjahjanto.

Mengakhiri sambutannya, Ketum Dharma Pertiwi dan IKKT Pragati Wira Anggini Ibu Nanny Hadi Tjahjanto berharap Sentra Pembenihan Padi dan Penyuluhan Petani di Driyorejo Gresik bisa dijadikan percontohan pengembangan pertanian di Indonesia, sehingga dapat mewujudkan Swasembada Pangan di masa-masa yang akan datang.

This entry was posted on January 11, 2018, in Berita.